Showing posts with label Berita TKI. Show all posts
Showing posts with label Berita TKI. Show all posts

Delapan TKI Peroleh Anugerah TKI Inspiratif

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan RI memberikan penghargaan kepada delapan orang  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau mantan TKI yang dianggap mampu menginspirasi masyarakat, khususnya TKI untuk lebih gigih dan bekerja keras, sehingga mampu memberikan perubahan positif bagi diri dan lingkungannya.

“Selama ini pemberitaan tentang TKI lebih menonjolkan sisi kelamnya. Memang ada sisi kelam. Namun kisah TKI yang sukses memperbaiki nasib serta merubah lingkungannya juga banyak. Pemerintah juga terus meningkatan perlindungan terhadap TKI,” kata Menaker M. Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada pemberian anugaerah TKI Inspiratif, di Hotel Millenium Jakarta, Senin, 15 April 2017.

Pemberian anugerah yang terselenggara bekerja sama dengan Tempo Media Grup ini, lanjutnya, diharapkan menginspirasi masyarakat untuk gigih bekerja dan melakukan perubahan bagi dirinya dan masyarakat luas. “Seperti apa yang sudah dilakukan oleh delapan TKI penerima anugerah”.

Delapan TKI tersebut adalah Dwi Tantri, 49 tahun, perempuan asal Surabaya yang menjadi buruh migran di Taiwan. Tak hanya bekerja sebagai perawat orang jompo, ia juga aktif memberikan advokasi pada ribuan TKI yang tersandung masalah di Taiwan.

Budi Firmansyah, mantan Anak Buah Kapal yang bekerja di Okinawa Jepang ini juga menjadi pembela ribuan TKI di Okinawa. Kedekatannya dengan aparat kepolisian setempat dimanfaatkannya untuk membantu ribuan TKI di Okinawa yang bermasalah. Mulai dari gaji yang tidak dibayar sampai tersandung kasus hokum. Kini, pria 36 tahun asal Kuningan, Jawa Barat ini menjadi manajer salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja di Okinawa.

Siti Badriyah. Perempuan 41 tahun asal Grobogan Jawa Tengah ini mempunyai pengalaman buruk saat menjadi buruh migran di Malaysia tahun 2002. Paspornya ditahan oleh agen penyalur, gaji tak dibayar hingga harus melarikan kembali ke tanah air dengan kapal barang. Tak ingin pengalaman buruknya menimpa TKI yang lain, dia aktif di Konsorsium Pembela Buruh Migran (Kopbumi) dan Migrant Care. Dua lembaga non pemerintah yang aktif memberikan advokasi kepada TKI.

Balq Nurhasanah, mantan TKI Arab Saudi dua periode asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sepulang merantau, dia aktif menjdi kader kesehatan desa menolong para keluarga TKI sambil bertani. Juga membantu mengelola uang kiriman TKI secara sukarela agar tidak habis. Atas ketulusannya, kini menjadi salah satu anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP. Kebiasaannya membantu keluarga TKI, tetap ia lakoni.

Sutriyana dari Kulonprogo, DI Yogyakarta. Mantan operator mesin di Malaysia selama enam tahun ini, pulang ke desanya dan membuka usaha pengolahan gula semut. Mampu mempekerjakan 30 orang, dan 80 persen produknya di ekspor

Siti Mariam Ghozali, mantan TKI  di Hongkong dan Taiwan asal Wonosobo, Jawa Tengah. Saat menjadi TKI, dia aktif kursus berbahasa Inggris dan Mandarin. Juga rajin menulis cerita pendek. Selain menerbitkan banyak novel, di kampungnya ia juga mendirikan perpustakaan Istana Rumbia yang dibuka secara gratis. Siti juga menjadi pengusaha makanan tiwul instan secra online. Pasarnya hingga luar negeri.

Heni Sri Sundani, mantan TKI di Hongkong asal Bogor, Jawa Barat. Lahir dari keluarga miskin, Heni bermimpi menjadi guru untuk anak-anak senasib. Setelah lulus Sekolah Menengah Kejuruan, ia bekerja di Hongkong.  Gelar sarjananya ia peroleh dari Universitas Terbuka.

Pada medio 2012, Heni mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas. Mulanya, ia hanya mengajari 15 anak petani di Kampung Sasak. Tahun berikutnya, komunitas ini melebarkan sayap kampung-kampung sekitar. Sekarang, anak didik Heni tersebar di lima kabupaten di Jawa Barat.

Yusup Nuryana, mantan TKI di Brunei Darussalam asal Desa Hegarmanah, Bayongbong, Garut, Jawa Barat.  Kecelakaan kerja di Brunei memaksa dia pulang. Ratusan juta uang asuransi dari Brunei tak kunjung cair. Beruntung dia mendapatkan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan dari pemerintah untuk mantan TKI. Juga mendapatkan bantuan modal dari pemerintah.  Ia memilih mengembangkan tenun akar wangi untuk aneka souvenir. Kini usaha tenunnya mempekerjakan belasan pekerja wanita di desanya.

Seluruh penerima anugerah hadir, kecuali Budi Firmansyah dan Dwi Tantri yang diwakilkan kepada keluarganya, karena mereka masih di luar negeri



Informasi Kerja Keluar Negeri Selengkapnya Hubungi :

Bpk Agus Asrori
Hp/Wa : 0812 3549 1898 (Simpati)
Hp/Wa : 0856 0802 8600 (Indosat)

Di Banyuwangi, Mantan TKW Belajar "Decoupage"


BANYUWANGI,KOMPAS.com - Ibu-ibu mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang tinggal di Kecamatan Sempu Banyuwangi belajar decoupage di Balai Desa Temuguruh Selasa (25/4/2017). Decoupage adalah seni menghias benda atau media dengan cara menempelkan kertas pada permukaan benda.

Ibu-ibu tersebut belajar menggunting pola bunga di kertas lalu ditempelkan ke dompet atau tas.
Retno Herlina ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Banyuwangi, kepada Kompas.com menjelaskan pihaknya sengaja memberikan pelatihan decoupage kepada mantan TKW tersebut agar mereka bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga tidak perlu kembali ke luar negeri.

INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

"Jika diseriusi bisnis decoupage sangat menjanjikan. Dengan modal Rp 50.000, dompet yang sudah dihias bisa laku dijual diatas harga Rp 100.000. Itu baru dompet belum lagi tas atau kerajinan lainnya yang terbuat dari bambu atau daun pandan. Di Banyuwangi sini kan banyak kerajinan seperti itu," ucapnya.

Cara pengerjaan yang sederhana dan tidak memakan waktu yang banyak bisa memungkinkan dikerjakan oleh ibu-ibu tanpa perlu meninggalkan rumah dan keluarganya. "Bisa dikerjakan sambil nonton tv atau pas santai mengasuh anak," katanya.

Nantinya, jika ada mantan TKW yang serius menekuni decoupage pihaknya akan membantu menyediakan bahan serta modal dan membantu memasarkannya.

Sementara itu Isiah (55) peserta pelatihan kepada Kompas.com mengaku meski pengerjaaan decoupage tidak begitu rumit, namun ia agak kesulitan saat menggunting detail bunga untuk di tempel di dompet.

"Saya bisa mengerjakannya tapi untuk yang kecil kecil nanti mengguntingnya minta tolong sama anak," kata perempuan berkerudung yang pernah bekerja di Timur Tengah.
Isiah pulang ke Indonesia pada tahun 2005 dan bekerja di majikan terakhirnya selama hampir 2 tahun.

Ia mengaku tidak kembali ke Arab karena kondisi kakinya yang sakit sehingga tidak bisa naik turun tangga di rumah majikan yang bertingkat. Ia juga menunjukkan bagian lutut kaki sebelah kanan yang dibebat.

"Sudah enggak kuat naik tangga jadi ya di Banyuwangi saja. Di sini paling ya saya kerja jualan rengginang yang saya buat sendiri. Kalau buat kerajinan ini untungnya lebih besar tidak ada salahnya untuk di coba. Iya kan," sebutnya.

5.000 Orang Calon TKI Akan Ikut Program Upgrading Skills

Jakarta - Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan menyelenggarakan program peningkatan kecakapan (upgrading skills) bagi calon TKI. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan calon TKI yang akan bekerja di luar negeri, khususnya di negara-negara penempatan Timur Tengah dan Asia Pasifik.
Menurut Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dewasa ini di luar negeri tersedia lowongan kerja bagi 4.000 orang untuk sektor hospitality (seperti perhotelan), 400 orang bagi sektor manufaktur, serta 600 orang untuk sektor kesehatan. Di samping itu juga terdapat peluang pada bisnis retail.


INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

Penyelenggaraan program yang dijawalkan pada Mei 2017 mendatang, merupakan bagian dari kebijaksanaan pemerintah yang tidak lagi menempatkan calon TKI untuk Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Melainkan menempatkan calon TKI yang memiliki keahlian pada sektor-sektor tertentu.

Kepala BNP2TKI menambahkan, program ini diprioritaskan bagi kalangan calon tenaga kerja dengan latar belakang rumah tangga miskin dengan kebutuhan dalam bentuk kepesertaan dI berbagai program perlindungan sosial, seperti KIP, KIS, Raskin, dan sebagainya.

Direktur Pemetaan dan Harmonisasi II BNP2TKI Yana Anusasana yang dihubungi terpisah menyampaikan, pelaksanaan program upgrading skill tersebut akan diatur secara detail dalam petunjuk teknis yang sedang digodok.

Kabag Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti, menyatakan bahwa program upgrading skill merupakan salah satu program unggulan yang digagas Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Program ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyiapkan keterampilan calon TKI yang memiliki daya saing dengan tenaga kerja asing dari negara lainnya.

Menyinggung tentang daerah mana saja yang akan menjadi lokus upgrading skill, Nurson Wahid menambahkan, program upgrading skill ini terbuka untuk 5.000 orang dan direncanakan berlangsung di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

(adv/adv)

Sumber : kompas.com

Pengiriman TKI ke Taiwan Ditutup? Itu Tidak Benar, Inilah yang Sebenarnya Terjadi



SUARABMI.COM - Awal Januari 2017 sedang senter-senternya berita pengiriman ke Taiwan dan Hong Kong ditutup bersama beredarnya lampiran yang menyebutkan 199 PJTKI yang kena skorsing. Benarkah ditutup?
Jawabannya tidak benar, hanya saja PJTKI yang masuk ke daftar skorsing tidak bisa memberangkatkan CTKI dalam waktu sebulan ke Hong Kong dan imbasnya ke Taiwan.
[ads-post]
Jadi bagi CTKI yang ingin berangkat segera ke Hong Kong maupun Taiwan dihimbau untuk tidak mendaftar ke PJTKI yang tersebut dalam lampiran tersebut.

INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

"Ada 199 PT yang tertanggal 28 Desember 2016 lalu mendapat skorsing karena tidak melaporkan TKI yang yang kehongkong ke SISKOTLAN, hal ini membuat ke 199 PT tersebut tidak bisa memberangkatkan CTKI dalam waktu sebulan ke depan, hal ini juga berimbas ke Taiwan" ungkap salah seorang dari BNP2TKI kepada suarabmi.com

Sebanyak 199 PPTKIS dijatuhi sanksi administratif berupa skorsing, dilarang melakukan proses perekrutan TKI, namun bagi TKI yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki dokumen lengkap serta memiliki visa kerja tetap dapat diproses keberangkatannya, dengan melampirkan validasi BNP2TKI
 


Termasuk video yang beredar dari Taiwan ini, yang dimaksud tidak bisa ke Taiwan adalah yang melalui PJTKI yang terkena skorsing sedangkan lainnya tetap bisa proses seperti biasa.
[youtube src="PqUME641lkw"/]
Awal Januari 2017 sedang senter-senternya berita pengiriman ke Taiwan dan Hong Kong ditutup bersama beredarnya lampiran yang menyebutkan 199 PJTKI yang kena skorsing. Benarkah ditutup?
 

Banyak Masalah Terkait TKI, PKB Bentuk Satgas

JAKARTA, Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) membentuk satuan tugas untuk membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, Satgas ini dibentuk karena banyaknya masalah yang menimpa TKI, seperti berangkat ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi dan berangkat menggunakan kapal kecil.

Padahal, sudah banyak korban berjatuhan di Perairan Selat Malaka lantaran kapal yang mereka tumpangi karam.
 

INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

Sejak November 2016-Januari 2017 saja, kata Muhaimin, tercatat sudah 104 korban tewas.
"Persoalan seperti ini harus segera diatasi agar tidak ada lagi korban jiwa. PKB sebagai partai pendukung pemerintah sengaja membentuk Satuan Tugas TKI PKB untuk mencegah sekaligus melindungi anak bangsa yang memiliki niat suci membantu keluarganya keluar dari kemiskinan," kata Muhaimin, melalui keterangan tertulis, Rabu (1/3/2017).

Menurut Muhaimin, keinginan mengubah kehidupan menjadi lebih baik mengalahkan rasa takut para calon TKI.

Padahal, berbagai cerita tentang nasib menyedihkan TKI di luar negeri sudah sering terjadi.
Misalnya, di Malaysia yang menjadi negara tujuan favorit bagi para TKI luar negeri. Kementerian luar negeri Indonesia mencatat jumlah TKI di Malaysia mencapai 6,2 juta TKI dan 1,9 juta adalah TKI yang tidak berdokumen.

Lokasi yang mudah dijangkau, serta kedekatan budaya membuat Malaysia menjadi negara tujuan utama bagi para TKI, terutama bagi mereka yang tidak memiliki dokumen resmi.

Sebagian besar TKI yang tidak berdokumen resmi berangkat dan bahkan pulang dari dan ke Indonesia melalui titik keluar tidak resmi.

"Mereka berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan kecil. Jalur air ini selain jauh lebih murah, juga sulit dipantau pihak keimigrasian atau polisi air. Di jalur pelabuhan ‘tikus’ inilah para calon TKI mendapatkan akses dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjadi TKI tanpa dokumen resmi," ujar Muhaimin.
Salah satu wilayah pemberangkatan yang menjadi pilihan para TKI adalah Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau kecil dan tidak terdeteksi pihak keamanan laut.

Dari pelabuhan-pelabuhan kecil itu, mereka diangkut dengan alat transportasi yang sangat tidak memadai dan sangat membahayakan nyawa mereka, setelah sebelumnya diinapkan dua hari sampai seminggu di berbagai titik di kepulauan Riau seperti Tanjung Pinang atau Batam.

Muhaimin mengatakan, nantinya Satgas TKI bentukan PKB akan mendirikan Posko Satgas TKI di lokasi-lokasi rawan penyelundupan TKI tidak berdokumen.

Satgas bersama pihak terkait seperti kepolisian dan imigrasi bertindak cepat dan tegas dalam mencegah para calo TKI yang hendak memberangkatkan TKI tidak berdokumen.

Satgas juga akan membantu para calon TKI memperoleh informasi yang lengkap terkait prosedur pemberangkatan yang legal dan mencegah pemberangkatan TKI Illegal.


PenulisIhsanuddin
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Sumber :  KOMPAS.com

BNP2TKI Tegaskan TKI Tidak Wajib Memiliki KTKLN

Jakarta -
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid menegaskan bahwa TKI tidak wajib memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Menurut Nusron, yang terpenting adalah yang bersangkutan telah terdaftar di Sistem Informasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKO-KTKLN).

"Sekali lagi, TKI tidak wajib mengurus dan memiliki KTKLN bagi mereka yang sudah terdaftar meskipun sedang cuti kerja," kata Nusron, Rabu (12/4/2017).
INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

Penegasan itu disampaikan Nusron sehubungan dengan tersebarnya berita bahwa TKI harus memiliki KTKLN, sekalipun yang bersangkutan yang tengah menjalani cuti kerja di Tanah Air.

Seperti diketahui, dalam berita yang tersebar di media sosial belakangan ini menyebutkan, "Kini ada ancaman baru bagi TKI yakni SISKO-KTKLN yang meresahkan dan tentunya akan memeras Buruh Migran Indonesia (BMI) yang sedang cuti. Semua yang akan cuti terancam wajib bikin KTKLN".

"Informasi itu tidak benar, sebab BNP2TKI tidak pernah mewajibkan TKI mengurusi atau memiliki KTKLN, bila mereka sudah terdaftar di SISKO-KTKLN. Mereka yang mau cuti, silakan cuti dan tidak perlu mendaftar ke BNP2TKI, BP3TKI atau LP3TKI," tegas Nusron.

Nusron mengatakan, untuk meyakinkan TKI sudah terdaftar atau belum di SISKO-KTKLN, dapat mengunduh melalui Google Application atau ponsel Android.

Jadi, kata Nusron, para TKI yang memang sudah terdaftar di SISKO-KTKLN tidak usah resah dengan adanya berita tidak bertanggung jawab yang tidak jelas dari mana sumbernya.

"Sekarang memang sedang tren berita hoaks, jadi teman-teman TKI, termasuk yang sedang dan akan cuti perlu cermat dalam menyikapi suatu informasi atau berita. Diverifikasi dulu, tidak usah resah," ungkapnya.

(adv/adv)

Sumber : news.detik.com

Kegigihan TKI Perempuan Belajar "Coding", Sehabis Kerja dan Pantang Libur

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemrograman komputer (coding) kerap distereotipkan sebagai keterampilan "berkelas", dalam artian cuma mereka yang berpendidikan tinggi yang mampu menguasainya.

Alhasil pekerjaan sebagai programer pun menjadi elitis dan eksklusif. Padahal, di era serba digital, programer andal dibutuhkan dalam jumlah masif untuk mendorong perkembangan ekonomi.

Hal ini disadari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) selaku lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab mendorong perekonomian kreatif, salah satunya di sektor digital. Untuk itu, Bekraf menggelar program pelatihan bertajuk "Coding Mum" yang menyasar para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

Rangkaian program dilaksanakan di Singapura, Johor, Kuala Lumpur, Madinah, Taiwan, Hongkong. Sejauh ini, pelatihannya baru dijalankan di Singapura untuk satu batch yang berisi 10 TKI peremupuan terpilih. Mereka dilatih selama dua bulan dalam delapan kali pertemuan.

Setia Darma, yakni orang Indonesia yang berdomisili di Singapura dan menjabat koordinator di IO Inspire, ditunjuk sebagai penanggungjawab. Pada KompasTekno, Setia menceritakan pengalamannya mengajar para TKI dari nol hingga akhirnya mampu mendesain halaman web.

"Awalnya saya skeptis, saya ragu mereka akan paham dengan pemrograman komputer yang rumit," kata Setia, Jumat (24/3/2017), usai pengumuman program "Coding Mum Merambah Luar Negeri", di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Semangat yang lebih membara

Setia pun tak menampik bahwa ia dan timnya mengalami kesulitan dalam mengajar para TKI yang berumur antara 25 tahun hingga pertengahan 30-an. Namun, ia merasakan energi dan semangat menggebu-gebu dari para buruh yang jauh dari keluarga.

"Mereka semangatnya luar biasa, bahkan lebih membara ketimbang para murid non-TKI. Padahal kalau mau dipikir-pikir, pertemuan seminggu sekali itu memangkas habis waktu libur mereka," Setia menuturkan.

Para TKI di Singapura memiliki hak libur alias day-off satu hari dalam seminggu untuk istirahat penuh atau jalan-jalan. Namun, para TKI yang ikut Coding Mum harus merelakan satu hari yang berharga itu untuk menimba ilmu.

Tiap pertemuan, para TKI akan diberikan tugas rumah. Setia bercerita bahwa para TKI sangat antusias mengerjakan tugas mereka.

"Mereka bilang, tugas dikerjakan malam-malam sehabis kerja. Kadang para TKI juga suka pamer tugasnya ke majikan mereka. Bahkan ada majikan yang minta diajarkan cara programming ke salah satu TKI," kata Setia sembari tertawa.

Menurut Setia, semangat membara dari para TKI turut menyemangati dia dan timnya agar tak lelah mentransfer ilmu mereka. Benar kata orang bijak, energi positif itu menular. 

"Memanusiakan" bahasa pemrograman

Ada beberapa strategi yang dilakukan Setia dan para pengajar lainnya untuk mempermudah para TKI menyerap materi-materi pemrograman yang ruwet. Pertama, ia dan timnya tak mengajar dengan menulis di papan tulis, melainkan duduk berdampingan dengan para TKI.

"Kami benar-benar hands-on bareng. Jadi, bukan model mengajar satu arah," ujarnya.
Selain itu, tim pengajar juga lebih banyak agar bisa fokus ke tiap TKI. Jika biasanya kelas berisi 10 orang ditangani tiga mentor, maka untuk kelas para TKI ditambah menjadi empat mentor.
"Lebih banyak tenaga, maka konsentrasi tak terlalu banyak terbagi. Mekanismenya seperti belajar bareng teman," ia menambahkan.

Yang paling penting, pendekatan yang dilakukan Setia dan timnya berbeda dengan pendekatan normal. Bahasa-bahasa pemrograman yang berbelit dan sulit dipahami dibuat lebih "manusia".
"Misalnya kami jelaskan CSS sebagai 'Cara Singkat Sampai'. Kami juga jelaskan prinsip pengelompokan pengkodean seperti prinsip resep makanan. Jadi mereka lebih mudah menerimanya," kata Setia.

Setelah delapan kali pertemuan, para TKI batch pertama di Singapura dinyatakan lulus pada 13 Maret lalu. Mereka sudah menguasai dasar-dasar Front End Design pada aplikasi web, memahami konsep arsitektur aplikasi web, dan mampu merancang halaman web.

"Waktu mereka pamerkan desain web buatan sendiri, kebanggaan dan kesenangan saya luar biasa besarnya," Setia mengimbuhkan.

Masih ada tiga batch yang akan dihelat di Singapura. Masing-masing dimulai pada Maret ini, lalu pada Juli dan September mendatang. Para TKI mula-mula diseleksi, minimal mereka bisa mengoperasikan komputer dan memiliki komputer sendiri.

Pada April dan Juli nanti, "Coding Mum" menyambangi Hongkong untuk pelatihan dua batch. Di Madinah ada satu batch dan di Taiwan ada dua batch yang dilangsungkan secara bersamaan pada Juli dan September.

Terakhir, dua batch di Johor dan satu batch di Kuala lumpur dimulai pada Agustu 2017. Total ada 12 batch Coding Mum khusus TKI yang ditargetkan mencetak 120 alumni.

"Kami harap, dengan adanya pelatihan ini para TKI ketika pulang ke Indonesia bisa bikin bisnis online sendiri atau kerja sebagai programmer. Mereka tak perlu lagi jadi TKI," kata Kepala Bekraf, Triawan Munaf, pada kesempatan yang sama.

Berkaca dari Coding Mum 2016

"Coding Mum" sejatinya merupakan program Bekraf yang dimulai tahun lalu. Sesuai namanya, program pelatihan ini mula-mula khusus untuk ibu-ibu di Tanah Air agar menguasai prinsip pemrograman komputer dasar.

Hasilnya diklaim memuaskan. Tak sedikit dari alumni "Coding Mum" yang akhirnya mengembangkan bisnis online, mendapat tawaran freelance, hingga ada yang direkrut sebagai programmer di situs jual-beli online Tokopedia.

"Dulu harus titip dagangan ke web-web tetangga. Sekarang sudah bisa bikin website sendiri jadi penjualan semakin oke," kata Diova, salah satu alumni Coding Mum yang memiliki bisnis hijab.
"Coding Mum harus diadakan terus, kalau bisa merata di seluruh Indonesia agar ibu-ibu bisa mempelajari web dan melek teknologi. Lebih baik lagi kalau bisa mendapat penghasilan dari program ini," kata Siti Aisyah yang merupakan alumni Coding Mum Surabaya.

Siti berhasil menjadi juara kedua dalam kompetisi IWIC yang dihelat Indosat pada 2016 lalu. Karyanya masuk dalam kategori Woman Apps dan berhasil bersanding dengan para finalis IWIC lain dari Indonesia, Filipina, Myanmar, dan Jepang.

"Coding Mum" tahun lalu diselenggarakan di enam kota, yakni Jakarta, Malang, Bandung, Surabaya, Bogor, Makassar. Tak kurang dari 170 alumni yang lulus program pelatihan tersebut.

Tahun ini, selain merambah ke luar negeri, "Coding Mum" di dalam negeri masih terus dilanjutkan. Bahkan, cakupannya lebih luas hingga ke 12 kota dan kabupaten. Masing-masing di Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Tulung Agung, Jember, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Belitung, Pontianak, Jambi, Medan, dan Banda Aceh.

Program ini berlangsung berkat kerja sama Bekraf dengan PT Bank Mandiri dan PT Kolabirasi Ide Kreatif (Kolla Space). Untuk informasi selengkapnya soal "Coding Mum", bisa cek di situs resminya di sini.

BNP2TKI Siapkan Program Upskilling untuk Tingkatkan Daya Saing TKI Sektor Keperawatan

BNP2TKI Siapkan Program Upskilling untuk Tingkatkan Daya Saing TKI Sektor Keperawatan
Jakarta -
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terus melakukan upaya untuk meningkatkan daya saing TKI sektor keperawatan. Dalam rangka itu, BNP2TKI akan menggencarkan penyelenggaraan program upskilling untuk peningkatan kecakapan bagi para calon TKI khusus perawat. Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid saat melakukan sosialisasi bekerja ke luar negeri untuk sektor perawat di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (24/3/2017).

Acara dihadiri kurang lebih 700 peserta dari sekolah perawat dari Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, Jepara, Demak, Grobogan, dan Blora. Turut hadir Bupati Kudus H Mustofa, Ketua DPD PPNI Jawa Tengah Edi Wuryanto, serta jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Kudus. "Menurut data BNP2TKI, tiap tahun ada permintaan 16 ribu perawat, namun Indonesia pada tahun 2016 hanya mampu mengirim 200 orang di sektor keperawatan," kata Nusron.



INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
SEKTOR PERAWAT (NURSE)
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Singapura dan Jepang
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

Nusron mengungkapkan bahwa hambatan dalam memenuhi permintaan itu terletak pada kelemahan dalam bahasa Inggris khusus istilah medis, kompetensi, merek/lisensi serta sertifikat di Indonesia yang tidak diakui di luar negeri. Padahal lembaga-lembaga pendidikan keperawatan di Indonesia berjumlah 863 dan jumlah kelulusannya per tahun sebanyak 43.150 orang, tetapi dari jumlah tersebut hanya terserap 14 hingga 15 ribu orang. "Sedangkan sisanya 27-28 ribu kemungkinan bekerja pada sektor lain," ujarnya.

Mencermati perkembangan itu, BNP2TKI akan memfasilitasi kursus (upskill) kepada perawat yang ingin meningkatkan kemampuan dan mengubah masa depan. "Sektor kesehatan dan hospitality merupakan sektor prioritas dalam penempatan TKI formal di luar negeri," ungkapnya.

Bupati Kudus, H Mustofa langsung menyambut positif apa yang diusulkan BNP2TKI. Dalam sambutannya, Mustofa dengan sigap menyatakan kesiapannya menyediakan tempat untuk kursus peningkatan kecakapan calon TKI sektor perawat.

Sementara terkait dengan sosialisasi kerja luar negeri untuk perawat yang baru pertama kali diselenggarakan di Kudus, Mustofa juga menyambutnya dengan baik dengan harapan ke depan memberikan manfaat kepada perawat di tujuh kabupaten di Jawa Tengah sehingga memberikan opsi bekerja di luar negeri. "Perawat ke luar negeri bukanlah TKW, tapi TKI professional yang dihargai dengan mahal. Kudus siap menjadi kabupaten tempat diselenggarakannya upskilling," ungkapnya.

Dengan kursus kursus upskilling, maka ke depannya memungkinkan perawat Indonesia memiliki daya saing terhadap perawat dari Vietnam, Filipina, dan negara lain hingga dapat diterima bekerja di Jepang.

(adv/adv)

Proses TKI calling visa non procedural menurut hukum Indonesia, Harap melalui PJTKI RESMI

Hong Kong-Bekerja ke luar negeri dengan menggunakan cara Calling Visa menjadi salah satu sebab BMI akhirnya mengalami overcharging. Itulah yang mengapa menjadi salah satu isu yang diperdebatan dalam dialog tripartit (tiga pihak) antara KJRI dengan asosiasi-asosiasi agen dan organisasi-organisasi BMI, Minggu, 5 Maret 2017 di Admiralty.

 “Bisa, (Calling visa –Red) memang bisa menyebabkan (overcharging). Terus terang praktek overcharging dan calling visa ini agak pelik, kenapa? Karena praktek ini telah dimulai sejak mereka (BMI-Red) direkrut di Tanah Air sampai ke sini, dan kemudian utangnya tidak berakhir dan mungkin malah bertambah terus dan tercatat di-charge jauh melebihi kewajiban menurut hukum Hong Kong,” kata Konsul Jenderal Tri Tharyat pada konferensi pers usai Dialog Tripartit.

 Konjen mengakui praktek calling visa ini bersumber dari permainan antara PJTKI di Indonesia dengan agensi di Hong Kong.  Calon BMI yang akan berangkat ke Hong Kong tak lagi harus menjalani prosedur sesuai hukum Indonesia yaitu harus masuk penampungan PT dan menjalani pelatihan terlebih dahulu sebelum berangkat dan cukup tunggu di rumah.


INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

 Namun calon BMI itu akan diminta membuat paspor dan medikal dengan biaya sendiri dan mengirimnya lewat pos ke agen Hong Kong, untuk kemudian dicarikan majikan dan diajukan visa kerjanya ke Imigrasi. Setelah visa kerjanya disetujui, barulah sponsor akan menghubungi calon BMI untuk berangkat sendiri ke bandara dan dijemput agen setelah sampai di Hong Kong.

 Prosedur ini meski tampak memudahkan calon BMI yang ingin berangkat ke Hong Kong namun beresiko tinggi karena ilegal atau non procedural menurut hukum Indonesia, sehingga tak ada standar pasti berapa biaya calling visa yang harusnya dibayar calon BMI tersebut.

 “Untuk calling visa -tolong dicatat- bahwa saya sangat tidak sarankan, karena calling visa ini termasuk non procedural menurut hukum Indonesia dan pada prakteknya, ada permainan antara pihak PT ada yang jualan bendera (cop-Red), lalu dibeli agen sini, tapi calon BMI sendiri tidak melalui PT sehingga harus bayar medikal, paspor kadang tiket sendiri,” kata Konjen.

 Vincent Lau dari asosiasi agen APPTKI kepada SUARA menyatakan bahwa praktek calling visa ini sebenarnya berasal dari akal-akalan yang biasa dilakukan agen di Singapura untuk mendatangkan calon BMI bekerja ilegal di Negeri Singa tersebut.

 Lau menyatakan, agen-agen Singapura akan mencari calon BMI lewat sponsor lalu mendatangkan mereka ke Batam lalu masuk Negeri Singa dengan visa turis menggunakan kapal ferry. Setelah di Singapura, barulah agen akan mencarikan majikan dan mengurus visa kerja untuk para calon BMI tersebut.

 “Ini tak pernah terjadi Hong Kong sampai 2-3 tahun lalu, entah mengapa sebabnya yang pasti kita tak tahu, tapi dugaan saya, calling visa mulai diterapkan di Hong Kong salah satunya akibat sistem finansial di Indonesia untuk memberikan pinjaman bagi calon pekerja yang akan berangkat ke luar negeri, dan agen-agen di Hong Kong mulai melihat trik-trik yang dilakukan di Singapura dan mulai menerapkannya,” kata Lau.

 Lau mengakui bahwa biasanya agen-agen di Hong Kong menerima permintaan dari sponsor atau calon BMI itu sendiri untuk mencarikan majikan. Lalu, agen akan mencarikan majikan dan mengurusi visa kerja dan memasukkannya ke dalam sistem online di KJRI Hong Kong. “Mereka tidak mengikuti prosedur yang seharusnya sehingga pekerja tidak terdokumentasi, tidak procedural dan banyak yang menjulukinya dengan istilah calling visa, yang merupakan praktek yang diakukan oleh beberapa PT di Indonesia dan juga beberapa agen di Hong Kong,” kata Lau.

 Namun Lau menyatakan, KJRI Hong Kong dan BNP2TKI telah menyadari praktek calling visa ini saat menemukan sekitar 11000 kontrak BMI di Hong Kong yang tidak terdata di sistem online BNP2TKI sebagai akibat dari praktek calling visa. Semenjak itu, BNP2TKI telah menskorsing 180 ijin PT dan mencabut 3 ijin PT diantaranya.

 “Sejak 1 Maret 2017, Konsul Jenderal telah memberitahu (asosiasi agen-Red) bahwa tidak boleh ada lagi agen yang melakukan praktek ini, dan saya kira mereka (KJRI) telah memperhatikan benar tentang masalah ini begitu sistem online KJRI Hong Kong dan Indonesia tersambung,” kata Lau.

 Lau lantas menyatakan bahwa agen-agen anggota APPTKI telah berkomitmen mematuhi peringatan dari Konsul Jenderal itu dan tak lagi menfasilitasi calling visa. “Karena media telah banyak memberitakan rumor bahwa Pemerintah Indonesia akan menghentikan pengiriman pekerja, dan jika itu terjadi maka akan jadi masalah besar bagi Hong Kong,” kata Lau.

 Overcharging karena biaya hidup di boarding agen

 Pada dialog tripartite juga terangkat isu bahwa overcharging salah satunya terjadi karena agen mengenakan biaya HK$ 40-60 per hari untuk para BMI tinggal di boarding. Biaya tinggal di boarding ini biasanya akan digabung dengan biaya potongan agen atau cost structure 6 bulan gaji dari Indonesia dan dibayar BMI saat telah masuk majikan.

 Ini artinya, banyak BMI yang harus membayar ‘biaya hidup di boarding agen’ di luar bayaran jasa agen 10 persen.

 “Terus terang ini baru pertama kalinya saya dengar tentang hal ini, karena selama ini mereka bilang betul, betul kami sediakan shelter tapi tidak pernah bilang kalau itu ternyata di-charge. Ini yang harus saya dan team pelajari lagi, termasuk berapa lama waktu (calon BMI) menunggu (majikan) karena argumennya agen adalah bahwa tidak ada free lunch,” kata Konjen Tri menjawab pertanyaan SUARA di konferensi pers usai Dialog Tripartit.

 Sementara itu, Konjen Tri meminta para BMI untuk tegas mendesak agen masing-masing menjelaskan perincian biaya jika disodori jumlah potongan tertentu yang harus dibayar. Selain itu, Konjen Tri juga meminta para BMI tak lupa meminta tanda terima jika telah membayar potongan dan memotretnya dengan telepon genggam.

 “Yang jadi masalah di sini adalah apakah tagihan HK$ 40-60 per hari tadi dicatat tapi  kalau cuma pernyatan lisan dan tanpa bukti, ini yang menjadi kesulitan Pemerintah Hong Kong membasmi praktek overcharging,” kata Konjen.

 Tuntutan BMI saat demonstrasi di depan KJRI

 Sementara Dialog Tripartit berlangsung, demonstrasi massa dari JBMI berlangsung di depan gedung KJRI di Causeway Bay. Salah satu tuntutan yang diteriakkan adalah agar para agen dan PT mengenakan potongan agen sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja  dab Transmigrasi No 98 Tahun 2012.

 Kepmenakertans tersebut mengatur biaya potongan agen atau cost structure untuk BMI ke Hong Kong adalah Rp 14.780.000 dengan rincian Majikan menanggung Rp 12.297.000 diantaranya jika calon BMI berasal dari Jawa, atau Rp.15.297.000 jika calon BMI tersebut berasal dari luar Pulau Jawa. Sementara sisanya barulah menjadi tanggungan BMI yang akan berangkat.

 Jumlah potongan agen ini hanya berlaku untuk pemberangkatan calon BMI ke Hong Kong melalui cara yang legal atau sesuai prosedur tanpa menggunakan calling visa.

 sumber:SuaraHK

Rumah Bersubsidi Khusus TKI Di Madiun Adalah Yang Pertama Di Indonesia, Peletakan Batu Pertama Oleh Menteri Hanif


Berita TKI - Tenaga Kerja Indonesia atau TKI bisa dikatakan rata-rata selalu hidup konsumtif.  Untuk menjadikan hasil jerih payahnya selama kerja diluar negeri menjadi nyata maka dibangunlah perumahan bersubsidi di lahan seluas 7.400 meter persegi di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Rumah murah untuk TKI ini ditargetkan akan selesai dibangun dan bisa ditempati Mei 2017.

Koordinator Peduli Buruh Migran Pusat, Lily Koesnadi, mengatakan, pembangunan perumahan khusus bagi TKI.
"Bukan rahasia lagi, TKI sangat boros," katanya kepada wartawan, Selasa (20/12/2016).

Bagi TKI selama ini setelah pulang dari luar negeri kebingungan karena uang hasil kinerja habis. Para TKI dan keluarganya memiliki kecenderungan lebih konsumtif.


INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

"Sebagian TKI ini terkadang setelah selesai dari luar negeri bingung karena uangnya habis dan tidak mempunyai rumah," tambahnya.

Lily menjelaskan perumahan khusus TKI di Madiun ini adalah yang pertama di Indonesia.

Perumahan ini akan menjadi pilot project untuk pembangunan perumahan serupa di daerah lainnya.

Dia juga menjelaskan pembangunan perumahan ini telah melalui tahapan-tahapan serta melalui riset yang panjang.

Dia mengaku melakukan riset kepada TKI di Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong.

Dari hasil riset yang dilakukan, sebagian besar penghasilan mereka habis untuk gaya hidup.

Lily menuturkan warga yang mengajukan rumah itu harus merupakan seorang TKI atau mantan TKI.

Hal itu dibuktikan dengan paspor dan kartu tenaga kerja luar negeri.

Selain itu, untuk TKI yang sudah kembali ke Indonesia harus memiliki penghasilan tetap.

Dia menuturkan tipe rumah yang dibangun di perumahan itu yaitu tipe 36 dengan luas 70 meter persegi.

Harganya Rp132 juta per unit dengan uang muka mulai Rp2,5 juta dengan masa pelunasan hingga 20 tahun.

Sementara petakkan batu pertama pembangunan perumahan Puri Kelapa Gading II itu secara simbolis telah dilakukan Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dakiri, Selasa (20/12/2016) siang.

Pembangunan perumahan bersubsidi khusus bagi TKI itu ditargetkan selesai dibangun Mei 2017. Dari 71 unit rumah yang dibangun, saat ini sudah 50 unit rumah yang laku. [mit/but/berita jatim]

Sumber : http://www.wartaberitatki.com

Asyiknya, TKI dan Mantan TKI Bisa Beli Rumah Murah di Madiun


MADIUN, KOMPAS.com
 - Sekelompok Mantan buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia yang tergabung dalam Peduli Buruh Migran (PBM) Madiun membuat perumahan murah khusus bagi TKI atau Mantan TKI Madiun.
Fasilitas kredit rumah itu disediakan karena banyak TKI maupun eks TKI yang pulang ke Indonesia tanpa hasil.
Koordinator Nasional PBM Lily Koesnadi mengatakan, dari hasil riset yang dia lakukan, sebagian besar penghasilan TKI habis untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.
Riset itu dilakukan terhadap sejumlah TKI di Taiwan, Jepang, Korea, dan Hongkong.
"Penghasilan mereka habis untuk hidup konsumtif dan gaya hidup yang mewah," kata Lily kepada wartawan di Madiun, Jawa Timur, Senin (19/12/2016).
Karena itu, aktivis buruh migran di PBM memunculkan ide untuk membuat perumahan khusus bagi para TKI dan eks TKI.
INFORMASI LOWONGAN KERJA KELUAR NEGERI
PJTKI / PPTKIS RESMI, AMAN DAN TERPERCAYA
Negara Tujuan : Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia
Informasi selengkapnya Klik disini
www.pjtkiresmionline.com

Sebagai pilot project, perumahan khusus bagi TKI dan eks TKI akan dibangun di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Pada tahap pertama, akan dibangun 71 unit rumah dengan tipe luas bangunan 36 meter persegi.
Rumah tersebut dijual seharga Rp 132 juta. Uang muka pembelian paling rendah Rp 2,5 juta. Pembelian rumah dapat diangsur hingga 20 tahun.
Lily mengatakan bahwa orang yang boleh mengajukan pengambilan rumah hanyalah TKI atau Mantan TKI. Untuk itu harus dibuktikan dengan paspor dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri.
"Kalau dia Mantan TKI, maka harus memenuhi perayaratan perbankan dan punya penghasilan tetap," kata dia.
Lily mengklaim sudah 41 TKI yang memesan rumah tersebut meski pembangunannya belum dimulai.
Menurut dia, pembangunan perumahan khusus TKI dan eks TKI itu terinspirasi dari program sejuta rumah yang digagas oleh Presiden Joko Widodo..
Penulis: Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Editor: Laksono Hari Wiwoho